Record Detail Back

XML

Meneropong Daya Saing Produk Elektronika dan Kelistrikan: Mendukung Penerapan Regulasi Wajib Uji Berdasarkan SNI


Tingkat daya saing produk berbasis kelistrikan dan elektronika akan dapat dimonitor dengan cara dilakukannya pengujian/penilaian kesesuaian spesifikasi produk tersebut, terhadap standar mutu produk. Untuk itu, keberadaan laboratorium pengujian, standar mutu produk, serta standar keselamatan produk sangat diperlukan. Produk-produk berdaya saing sangatlah dituntut keberadaannya, khususnya dipasar domestik. Salah satu indikasi bahwa suatu produk berdaya saing adalah, produk tersebut sudah terjamin keselamatan maupun keamanannya bagi pengguna, dengan bukti tanda sertifikasi SNI. Dengan adanya sistem penjaminan produk berkualitas ini, diharapkan masyarakat pengguna maupun produsen mempunyai acuan yang jelas tentang standar produk yang harus diacu dan boleh beredar di pasaran. Sehingga akan diperoleh nilai ekonomis yang optimum, yang dampaknya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadi pengujian dan penerapan standar produk (SNI) wajib, bagi produk-produk yang dipakai secara luas di masyarakat, harus ditetapkan (diwajibkan). Mangacu pada perjanjian TBT-WTO, penerapan suatu standar produk menjadi wajib, harus mampunyai batas-batas yang jelas dan tidak mengada-ada, walupun pada kenyataan, dibalik semua ketentuan tersebut, banyak Negara yang menerapkan standar wajib, sebenarnya bertujuan untuk melindungi produsen dalam negerinya. Batasan-batasan tersebut antara lain, menciptakan pasar yang sehat, tidak diskriminatif, melindungi konsumen dari segi standar keamanan dan keselamatan; konservasi lingkungan dalam arti mencemari lingkungan dalam berproduksi; sesuai dengan kondisi alam; dan kesesuaian terhadap gelombang elektromagnetik. Dalam skala lebih kecil, di level pemerintahan, secara umum, untuk menetapkan suatu standar produk menjadi wajib, banyak sekali faktor-faktor yang harus diperhatikan, karena ketika standar produk menjadi aturan wajib, maka semua aspek yang mempengaruhi kebutuhan semua pemangku harus diperhatikan. Faktor-faktor tersebut mencakup faktor teknis, non teknis, faktor internal maupun eksternal. Faktor teknis dan faktor non teknis, adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan proses untuk menghasilkan produk tersebut. Faktor non teknis antara lain adalah hal-hal yang menyangkut masalah investasi, kemudahan ijin usaha, perpajakan, keamanan, serta efisiensi birokrasi. Sedangkan faktor teknis antara lain keberadaan laboratorium pengujian, tersedianya SDM yang memadai, tersedianya SNI yang selalu diperbaiki secara terus menerus mengikuti perkembangan teknologi yang ada, dan sebagainya. Faktor internal dan eksternal, terutama menyangkut tatacara berproduksi yang dialami para produsen, misalnya faktor internal antara lain adalah inefisiensi mismanajemen, kualitas SDM, mutu produk, lemahnya jejaring dan yang lainnya. Sedangkan faktor eksternal antara lain adalah nilai tukar mata uang, ekonomi biaya tinggi, kebijakan fiskal, dan sebagainya.
Arjadi, R. Harry - Personal Name
Kadarwati, Sri - Personal Name
Andiani, Dini - Personal Name
Bahar, Basrul - Personal Name
363.189 ARJ m
978-979-799-203-3
363.189
Buku_Teks
Indonesia
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
2008
Jakarta
viii + 90 hlm.; 14,8 x 21 cm.
LOADING LIST...
LOADING LIST...