Select Language  
Book's Detail
Pengelolaan dan Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang: Studi Kasus Pada Penambangan Batugamping di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah

Pengelolaan dan pemanfaatan lahan paska penambangan merupakan suatu implementasi dari konsep pembangunan berkelanjutan dimana industri pertambangan, dalam kegiatannya, harus memperhatikan dan mempertimbangan dimensi lingkungan hidup, dalam artian bahwa pemanfaatan sumberdaya tambang haruslah dilakukan secara bijaksana dengan memperhitungkan dayadukung lingkungan, sehingga terlaksananya pembangunan untuk kepentingan generasi sekarang dan generasi mendatang. Kerusakan lingkungan hidup yang ditimbulkan oleh operasi pertambangan merupakan kerusakan yang bersifat tidak dapat berbalik (irreversible damages). Untuk itu, maka perusahaan sejak awal harus sudah mempunyai metoda tambang yang baik dan perencanaan reklamasi lahan paska tambang yang sesuai dengan dayadukung lahan paska tambang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kegiatan pertambangan yang berwawasan lingkungan melalui penyiapan konsep reklamasi lahan bekas tambang yang sesuai dengan dayadukung lahan, kondisi lingkungan dan sosial setempat, serta menghilangkan kesan negatif bahwa kegiatan pertambangan merusakan lingkungan. Dalam rangka mengumpulkan informasi yang cukup sehingga memungkinkan penilaian arah yang dominan, sampling akan dilakukan di lapangan, insitu test dan analisis laboratorium serta analisis dan evaluasi data sekunder. Dengan metoda ini diharapkan akan teridentifikasi kondisi geologi/litologi, parameter bio-fisik-kimia tanah dan air, pola aliran air permukaan dan bawah tanah, iklim dan vegetasi serta kondisi agroklimate. Hasil Penelitian memberikan indikasi bahwa analisa kimia air menunjukkan sifat kimia air yang berasal dari mata air, sungai bawah tanah dan air tanah mempunyai tipe Calsium-Becarbonate. Sementara rekaman muka air tanah menunjukkan kondisi fluktuasi harian yang sangat tajam, yang mencirikan adanya hubungan langsung dengan kuantitas air hujan. Batugamping yang ditambang secara open-pit di Nusakambangan mengalami pelapukan dengan tingkat kekerasan sedang dan kurang kompak. Untuk batugamping jenis ini, air tanah selain tersimpan dalam rekahan (secondary porosity) juga ada yang tersimpan dalam pori antar butir (primary porosity). Berdasarkan pola perubahan muka air tanah dikaitkan dengan data curah hujan maka akuifer utama di daerah ini adalah berupa celah atau rekahan. Dari data hasil analisa kimia air terlihat, air tanah dan air sungai bawah tanah mempunyai tipe calsium becarbonat dan tidak ada unsur yang membatasi penggunaan air ini untuk keperluan rumahtangga. Berdasarkan model bukaan tambang yang diterapkan dan ratio luasan bukaan terhadap luas pulau, maka kegiatan penambangan batugamping di Nusakambangan diperkirakan tidak berdampak pada kondisi air tanah secara signifikan.

Statement of Responsibility
Author(s) Subardja, Achmad - Personal Name
Karningsih, Nining - Personal Name
Wibawa, Sunarya - Personal Name
Sumawijaya, Nyoman - Personal Name
Sunardi - Personal Name
Edition
Call Number E008-6
ISBN/ISSN
Subject(s) Hidrologi
Pembangunan berkelanjutan
Reklamasi
Irreversible damages
Open-pit
Batugamping
Paska tambang
Primary porosity
Secondary porosity
Classification E008-6
Series Title
GMD Laporan_Penelitian
Language Indonesia
Publisher Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI
Publishing Year 2008
Publishing Place Bandung
Collation
Specific Detail Info
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...