Select Language  
Book's Detail
Karakteristik Air Tanah Dataran Aluvial Jawa Tengah Selatan : Studi Kasus di Daerah Gombong-Karanganyar

Dataran aluvial di sebelah selatan Gombong-Karanganyar, Jawa Tengah dikenal sebagai daerah yang sering mengalami kesulitan air bersih. Guna mengetahui faktor penyebab dilakukan studi mengenai kualitas air tanah di daerah tersebut. Hasil studi geomorfologi dan geologi menunjukkan daerah tersebut merupakan dataran aluvial yang tersusun atas pematang fluvio-lacustrine, pematang pantai purba, pematang pantai kini, dan dataran banjir. Pada daerah pematang ini terdapat sumber air tawar yang dapat dimanfaatkan bagi keperluan air bersih. Hasil penafsiran geolistrik menunjukkan bahwa daerah studi tersusun dari: unit lempung sisipan pasir, dengan nilai tahanan jenis 2,8-9,0 Ohm-m, mengandung air yang memiliki kualitas air tawar hingga air payau. Unit lempung sisipan pasir, dengan nilai tahanan jenis 2,2-5,1 Ohm-m, mengandung air yang memiliki kualitas air payau hingga air laut. Unit lempung, dengan nilai tahanan jenis 0,4-1,8 Ohm-m, mengandung air yang memiliki kualitas air laut. Unit pasir, dengan nilai tahanan jenis 0,4-1,7 Ohm-m, mengandung air yang memiliki kualitas air laut. Unit pasir, dengan nilai tahanan jenis 8,5-39 Ohm-m, mengandung air yang memiliki kualitas air payau. Unit pasir, dengan nilai tahanan jenis 79-256 Ohm-m, mengandung air yang memiliki kualitas air tawar. Hasil analisa hidrokimia menunjukkan bahwa fasies air tanah yang terdapat di daerah studi terdiri dari tipe: Ca - HCO3, Ca (Na+K) - HCO3, Ca Mg (Na+K) - HCO3, Ca(Na+K) Mg - HCO3, (Na+K) Ca - HCO3, Ca(Na+K) Mg - HCO3 Cl, (Na+K) Ca Mg - HCO3 Cl, Ca (Na+K) - Cl, (Na+K) Ca - Cl (Ca+K) Ca Mg - Cl, dan Na - Cl. Terdapat dua kemungkinan yang menyebabkan terjadinya tipe air tersebut. Pertama, telah terjadi interaksi yang saling mempengaruhi antara air tawar dengan air payau/air laut. Kedua, terjadinya pengayaan ion Na dan K pada air tawar serta ion Ca dan Mg pada air payau adalah berasal dari air hujan. Kelompok air tanah bebas pada pematang fluvio-lacustrine terdapat pada kedalaman kurang dari 5 m, sedang pada pematang pantai purba dapat mencapai kedalaman hingga 30 m. Air tanah dalam bersifat payau hingga asin. Air payau juga terdapat pada dataran banjir. Terkadang pada dataran ini terdapat sejumlah lapisan pasir tipis yang dapat berperan sebagai akuifer air tawar yang berasal dari air permukaan (air irigasi atau air hujan)

Statement of Responsibility
Author(s) Suparyanto, Igna Hadi - Personal Name
Tjiptasmara - Personal Name
Arsadi, Edy M. - Personal Name
Edition Vol. 14 No. 2
Call Number (05)55:62 LEM r
ISBN/ISSN 0125-9849
Subject(s) Air Tanah Tawar
Geolistrik
Pematang fluvio-lacustrine
Pematang pantai purba
Pematang pantai kini
Dataran banjir
Air tanah payau
Air laut
Tipe fasies hidrokimia
Classification (05)55:62
Series Title Riset Geologi dan Pertambangan
GMD Jurnal
Language Indonesia
Publisher Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI
Publishing Year 2004
Publishing Place Bandung
Collation Hlm. 41-59
Specific Detail Info
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...