Select Language  
Book's Detail
Gunung Api Maar di Semenanjung Muria

Tiga gunung api maar telah diketahui dengan baik di Semenanjung Muria, yaitu Maar Bambang, Maar Gunungrowo, dan Maar Gembong. Maar tersebut merupakan hasil erupsi gunung api monogenesis sebagai produk interaksi antara sumber panas (magma), dengan air bawah permukaan dan batuan dasar karbonat. Kegiatan tersebut mampu menghasilkan gas dan nap air bertekanan sangat tinggi, sehingga menimbulkan letusan freatik yang dapat diikuti oleh letusan freatomagmatik dan letusan magmatik serta diakhiri dengan ekstrusi lava. Analisis citra satelit berhasil mengidentifikasi dua belas penampakan lingkaran, termasuk Maar Bambang, Maar Gunungrowo, dan Maar Gembong. Data pendukung bentang alam di lapangan berupa cekungan melingkar yang dikelilingi oleh perbukitan melandai secara memancar menjauhi cekungan kawah maar itu. Singkapan batuan dan inti bor di area penampakan lingkaran yang diduga sebagai gunung api maar adalah aliran lava, breksi piroklastika, batulapili, dan tuf, yang terletak jauh (30-40 km) dari pusat erupsi Gunung Api Muria dan Gunung Api Genuk. Salah satu penampakan lingkaran Jepara juga didukung oleh data anomali negatif gaya berat (kurang dari 30 mgal) yang membentuk pola lingkaran. Pada masa mendatang, letusan gunung api maar masih dimungkinkan apabila terjadi reaktivitas kegiatan tektonika di wilayah Semenanjung Muria dan sekitarnya.

Statement of Responsibility
Author(s) Bronto, S - Personal Name
Mulyaningsih, S - Personal Name
Edition Vol 2 Nomor 1 Maret 2007
Call Number (05)551(594)/GEO/j
ISBN/ISSN 1907-2953
Subject(s) Gunung Api Maar
Semenanjung Muria
Penampakan lingkaran
Letusan freatik
Letusan freatomagmatik
Classification (05)551(594)
Series Title Jurnal Geologi Indonesia
GMD Jurnal
Language Indonesia
Publisher Badan Geologi, Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral
Publishing Year 2007
Publishing Place Bandung
Collation Hal 43-54
Specific Detail Info
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...