Record Detail Back

XML

Studi Petrografi Batuan Malihan Di Daerah Timor - Tanimbar


Daerah Timor - Tanimbar merupakan bagian busur non-volkanik Banda yang merupakan hasil tumbukan kerak benua Australia dan busur Banda pada jaman Kenozoik Akhir. Di daerah ini tersingkap batuan malihan dengan derajat P/T tinggi yang dimulai dari pulau Timor bagian barat sampai ke pulau Tanimbar dengan melalui pulau-pulau kecil di sekitarnya. Pulau-pulau kecil seperti Kisar, Leti, Moa, Sermata dan Lailobar mempunyai batuan malihan tekanan tinggi yang di-overprint oleh proses metamorfosa tipe Barrovian. Di pulau Leti dan Moa, batuan metamorfosa derajat P/T tinggi ditutupi oleh batuan ultramafik (terutama harzbugite dan dunite) yang merupakan kompleks ofiolit yang tidak bernama. Batuan malihan fasies sekisbiru tersingkap secara bagus di pulau Leti dan Sermata. Dari penelitian lapangan yang detail di pulau Leti dihasilan empat zona metamorfosa progresif dari batuan metapelitik yaitu zona klorit, zona biotit, zona gamet dan zona staurolit-kianit yang berturut-turut semakin meningkat derajat metamorfosanya. Zona metamorfosa derajat tinggi yang meliputi zona biotit, zona gamet dan staurolit-kianit memperlihatkan adanya hubungan yang bersifat retrogresif dan dipengaruhi oleh overprinting metamorfosa tipe Barrovian setelah proses metamorfosa fasies sekisbiru, Zona klorit dari batuan metabasit secara progresif berubah dari zona klorit bagian bawah berupa asosiasi mineral pumpelit + aktinolit + epidot (fasies Pumpellyte-Actinolite/PA) menjadi zona klorit bagian atas berupa fasies Epidot-Blueschist (EBS). Fasies metamorfosa dari PA sampai fasies EBS ini merupakan ciri dari suatu jalur metamorfosa dengan tekanan menengah-tinggi. Fasies sekisbiru di pulau Leti mengandung asosiasi mineral galukofan + epidot + klorit + sfen + albit + kuarsa kurang lebih hematit kurang lebih aktinolit. Asosiasi mineral lawsonit-glaukofan atau jadeit-glaukofan tidak dijumpai pada jalur metamorfosa di pulau ini. Fasies Sekisbiru dari pulau Sermata juga mempunyai asosiasi mineral yang relatif sama dengan fasies sekisbiru dari pulau Leti atau minimal sebagian dari mineral di atas. Adanya mineral sfen pada fasies sekisbiru di kedua pulau tersebut menunjukkan bahwa protolith-nya merupakan batuan yang berkomposisi alkali.
Kuswandi - Personal Name
Kadarusman, A. - Personal Name
Sucipta, I. G. B. Eddy - Personal Name
I97-5
I97-5
Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Mineral, Energi, Air dan Tanah
Laporan_Penelitian
Indonesia
Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI
1997
Bandung
LOADING LIST...
LOADING LIST...